Melindungi Martabat. Memperkuat Ketahanan.

Resiliensia Institute Indonesia berupaya mencegah perdagangan manusia, mendukung komunitas pengungsi, dan memperkuat pengurangan risiko bencana melalui keterlibatan lapangan, penelitian, dan advokasi berbasis hak.

Pelajari program kami

Tentang Resiliensia Institute Indonesia

Resiliensia Institute Indonesia (RRI) adalah sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) independen yang berdedikasi untuk memperkuat ketahanan dan perlindungan kelompok rentan yang terkena dampak migrasi paksa, termasuk pengungsi, penyintas perdagangan manusia, dan komunitas yang menjadi pengungsi akibat bencana.

RRI mengadopsi pendekatan komprehensif dan berbasis bukti yang mengintegrasikan program berbasis masyarakat, dukungan psikososial, pengurangan risiko bencana (DRR), dan advokasi kebijakan. Selain menanggapi kebutuhan kemanusiaan, kami juga memberikan penekanan yang kuat pada upaya pencegahan – khususnya pencegahan perdagangan manusia dan migrasi yang tidak aman melalui mekanisme peningkatan kesadaran, peningkatan kapasitas, dan perlindungan masyarakat. Dalam konteks bencana, RRI berupaya memperkuat kesiapsiagaan, kesadaran akan risiko, dan pemahaman masyarakat sebelum krisis terjadi, sehingga berkontribusi terhadap ketahanan jangka panjang dan mengurangi risiko pengungsian.

Melalui penelitian terapan, kemitraan strategis, dan keterlibatan kebijakan, RRI berupaya memberikan informasi dan mempengaruhi kerangka perlindungan di tingkat lokal dan nasional. Dengan menjembatani intervensi berbasis lapangan dengan penelitian dan advokasi, RRI mempromosikan solusi yang berkelanjutan, berbasis hak, dan berbasis lokal bagi masyarakat berisiko di seluruh Indonesia.

Pelajari Lebih Lanjut Tentang Kami

Bidang Kerja Kami

Pencegahan Perdagangan Manusia

Pendidikan masyarakat, inisiatif kesadaran, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengurangi risiko dan memperkuat sistem perlindungan.

Bantuan untuk Pengungsi

Perlindungan dan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana dan pengungsi internasional yang mencari keselamatan di Indonesia.

Pengurangan Resiko Bencana (PRB)

Pelatihan kesiapsiagaan, pemetaan risiko, dan inisiatif pembangunan ketahanan di daerah rawan bencana, khususnya di Sumatera.

Penelitian & Advokasi Kebijakan

Publikasi penelitian, ringkasan kebijakan, serta rekomendasi berbasis bukti untuk mendukung tata kelola yang lebih kuat dan sistem perlindungan yang lebih efektif.

Bagaimana Kami bekerja

01

Berpusat pada Komunitas

Kami terlibat langsung dengan masyarakat yang terkena dampak untuk memastikan respons yang diberikan mencerminkan realitas yang ada dan konteks lokal.
02

Berbasis bukti

Intervensi dan upaya advokasi kami didasarkan pada penelitian, data, dan pengalaman lapangan.
03

Pendekatan perlindungan berbasis hak

Kami menjunjung tinggi martabat, keselamatan, dan prinsip perlindungan internasional dalam semua program.
04

Kemitraan Kolaboratif

Kami bekerja bersama lembaga pemerintah, masyarakat sipil, dan mitra internasional untuk memperkuat dampak kolektif.

Pesan dari Pendiri Kami

Selama lebih dari satu dekade, saya bekerja secara dekat dengan pengungsi, komunitas terdampak perpindahan, dan kelompok rentan di Indonesia. Melalui pengalaman tersebut, saya menyaksikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, sekaligus kekuatan luar biasa yang mereka miliki. Pengalaman inilah yang menginspirasi saya untuk mendirikan Resiliensia Institute Indonesia — sebuah platform yang didedikasikan untuk melindungi martabat manusia, memperkuat ketangguhan, dan menciptakan solusi berkelanjutan bagi mereka yang berisiko mengalami migrasi paksa.

Baca Selengkapnya

Bekerja Sama untuk Dampak Berkelanjutan

Kami bekerja sama dengan lembaga pemerintah daerah dan nasional, organisasi masyarakat sipil, lembaga kemanusiaan internasional, serta kelompok berbasis komunitas untuk memperkuat sistem perlindungan dan inisiatif ketangguhan masyarakat.

Bangun Kemitraan Bersama Kami

Wawasan

Uncategorised

Rohingya boats: Out of mind but still coming

In November, the Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) launched a week-long rescue operation near the maritime border with Thailand after news emerged of a boat capsize. Fourteen Rohingya survivors were rescued and 36 bodies recovered at sea from an estimated 90 passengers aboard. Despite the many victims, this operation has been praised as a positive, life-saving intervention…
Read More
Uncategorised

Understanding Forced Migration in Disaster-Prone Areas of Indonesia

Horem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc vulputate libero et velit interdum, ac aliquet odio mattis. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos.
Read More
Uncategorised

Forced Migration

Horem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc vulputate libero et velit interdum, ac aliquet odio mattis. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos.
Read More

Membangun Ketahanan Bersama

Melindungi komunitas rentan membutuhkan upaya bersama. Kami mengundang lembaga dan para mitra untuk berkolaborasi dalam memperkuat sistem perlindungan serta mendorong ketangguhan yang berkelanjutan.