Pesan dari Pendiri Kami

Selama lebih dari satu dekade, saya telah bekerja secara dekat dengan para pengungsi, komunitas terdampak perpindahan, dan kelompok rentan di berbagai wilayah Indonesia. Melalui pengalaman tersebut, saya menyaksikan bukan hanya tantangan yang mereka hadapi — ketidakpastian, eksklusi sosial, dan keterbatasan akses terhadap hak-hak dasar — tetapi juga kekuatan, martabat, dan ketangguhan luar biasa yang mereka tunjukkan setiap hari.

Pengalaman-pengalaman tersebut telah membentuk cara pandang dan komitmen saya secara mendalam. Saya menyadari bahwa di luar kebutuhan akan perlindungan jangka pendek, terdapat kebutuhan yang sama pentingnya terhadap pendekatan jangka panjang dan berkelanjutan yang mampu memberdayakan individu serta komunitas untuk membangun kembali kehidupan mereka dengan bermartabat. Keyakinan inilah yang kemudian menginspirasi saya untuk mendirikan Resiliensia Institute Indonesia (RRI).

Saya juga ingin menegaskan bahwa Resiliensia Institute Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam pekerjaan kami, kami melihat bahwa para pengungsi masih berada dalam kondisi yang sangat rentan, sering kali dengan akses yang terbatas terhadap layanan-layanan dasar. Banyak di antara mereka adalah perempuan berisiko dan anak-anak tanpa pendamping yang menghadapi tantangan perlindungan yang lebih besar. Di saat yang sama, masih banyak masyarakat yang menjadi korban penyelundupan manusia dan perdagangan orang, yang sering kali paling berdampak pada anak-anak serta perempuan rentan. Realitas ini menunjukkan perlunya respons yang lebih kuat, lebih inklusif, dan berbasis komunitas.

RRI bertujuan untuk menjadi bagian dari respons tersebut — menjadi agen perubahan yang tidak hanya menangani kebutuhan perlindungan yang bersifat mendesak, tetapi juga memperkuat kesadaran, ketangguhan, dan peluang di dalam masyarakat. Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal merupakan kunci untuk mencegah eksploitasi serta membangun komunitas yang lebih aman dan lebih tangguh.

Selain itu, kami juga memiliki perhatian yang mendalam terhadap risiko bencana di Sumatra, khususnya di wilayah bagian barat. Melalui berbagai diskusi dengan para ahli, kami menyadari adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Mendukung masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kesadaran terhadap potensi bencana merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko serta melindungi kehidupan masyarakat.

Pada intinya, Resiliensia Institute Indonesia dibangun atas sebuah prinsip yang sederhana namun kuat: bahwa setiap individu, tanpa memandang situasi yang mereka hadapi, berhak memiliki kesempatan untuk hidup dengan martabat, harapan, dan kemampuan untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Pendiri & Direktur